Bangsal Kencono
Bangsal Kencono

Rumah adat yogyakarta yaitu bangsal kencono memiliki banyak keunikan dalam hal fungsi dan pembagian ruangan, tapi masih ada yang hanya digunakan keluarga kerajaan.

Daerah Istimewa Yogyakarta memang terkenal dengan kerajaannya, apakah Anda tahu apa namanya. Keraton Jogja disebut Bangsal Kencono, rumah adat Yogyakarta ini didesain dan dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono. Bentuknya memang sekilas mirip dengan rumah adat Jawa Tengah.

Sekalipun desain dan bangunan lama namun masih dipertahankan hingga kini keasliannya. Bahkan terbilang cukup modern dan berkelas dengan seni arsitektur yang unik. Bangsal Kencono memiliki keunikan tersendiri yang bisa terlihat dari dinding, atap hingga penggunaan material bangunan.

3 Ciri Khas Utama Rumah Adat Yogyakarta

Apa perbedaan rumah adat Yogyakarta dengan rumah adat jawa tengah? Ada perbedaan yang cukup jelas dan signifikan, bahkan kalau diamati langsung ini terlihat dari bentuk dan desainnya. Berikut ini ada 3 ciri khas utama Bangsal Kencono yang membedakan dari rumah Joglo.

  1. Luasan Rumah

Sekalipun Bangsal Kencono merupakan keraton namun fungsinya tetap sama untuk tempat tinggal, dimana digunakan penguasa atau Raja. Tentu saja rumah ini cukup luas dan memiliki fungsi layaknya rumah pada umumnya.

Ada beberapa bagian penting seperti pendopo untuk menerima tamu, kamar pribadi, dapur hingga halaman. Bahkan hingga kini Kraton Jogja masih punya beberapa bangunan yang tidak boleh dikunjungi dan terlarang untuk tamu umum.

  1. Desain Rumah dan Motif Ukiran Dinding

Hampir sama dengan rumah adat jawa lainnya, selalu ada halaman depan yang cukup rimbun. Bedanya kalau Bangsal Kencono pasti memiliki sangkar burung, dimana bermakna kecintaan dan keselarasan dengan alam.

Selain itu ciri khas rumah adat Yogyakarta memiliki ukiran pada dinding dengan motif kejawen. Namun yang menjadikan rumah adat ini modern, ukiran kejawen dipadukan dengan kebudayaan Hindu pada masa kerajaan.

Bahkan ditemukan juga ukiran dengan perpaduan arsitektur Belanda, Cina dan Portugis, bangsa yang menjajah Indonesia sebelumnya.

  1. Fungsi Utama Bangsal Kencono

Bukan hanya sebagai tempat tinggal keluarga kerajaan saja, dahulu keraton memiliki fungsi penting dan terbilang cukup kompleks. Mulai dari tempat penyimpanan barang pusaka, peninggalan hingga warisan leluhur. Tempat berkumpulnya pejabat istana dan perwakilan rakyat.

Selain itu, keraton juga tetap terbuka untuk rakyat. Pasalnya masih jadi pusat kegiatan upacara adat secara rutin, baik itu ada kaitannya dengan budaya maupun ritual keagamaan. Namun rakyat tetap diberikan batasan, tempat mana saja yang boleh dimasuki dan tetap dilarang.

BACA : Mengenal 4 Jenis Rumah Adat Sulawesi yang Menakjubkan

BACA : Mengenal Keunikan 8 Rumah Adat Sumatera Selatan

3 Pembagian Susunan Bangunan Rumah Adat Yogyakarta

Seperti rumah pada umumnya, Keraton Jogja juga pembagian ruangan. Ada yang kini digunakan untuk public area hingga tetap menjadi bagian keraton dan hanya digunakan keluarga kerajaan saja.

  1. Bagian Depan Bangsal Kencono

Keunikan rumah adat Jogjakarta ini di bagian depan sangat luas dan digunakan semua rakyatnya, bahkan jadi tempat public untuk kepentingan bersama. Berikut ini pembagian ruangannya.

  • Gladhag Pangurakan (Gerbang Utama) : pintu masuk ke area istana yang dijaga abdi dalem istana.
  • Alun Alun Lor : Tanah lapang yang banyak digunakan untuk upacara adat dan keagamaan. Awalnya jadi satu bagian dengan keraton namun kini bisa bebas dikunjungi siapa saja. Disini banyak diselenggarakan acara adat seperti upacara grebeg, sekaten dan watangan.
  • Kompleks Masjid Gedhe (Masjid Kesultanan) : Masjid yang digunakan untuk acara keagamaan dan penyebaran agama islam. Awalnya hanya digunakan punggawa kesultanan saja, namun kini sudah bebas digunakan masyarakat umum. Letaknya di sebelah barat alun-alun utara.

  1. Bagian Inti Bangsal Kencono

Sedangkan bagian inti keraton Yogyakarta hanya boleh digunakan untuk punggawa keraton saja. Bisa dimasuki orang luar namun hanya pada acara khusus atau mendapatkan akses bertemu raja saja. Berikut ini pembagian ruangannya.

  • Siti Hinggil Ler : Tempat berlangsungnya seluruh upacara resmi kesultanan Yogyakarta. Biasanya bisa dimasuki orang luar namun hanya undangan saja.
  • Bangsal Pagelaran : Tempat menghadap punggawa istana dengan raja secara resmi, biasanya juga digunakan untuk upacara kesultanan.
  • Sri Manganti : Awalnya jadi tempat penerimaan tamu tapi sudah tidak digunakan kembali.
  • Kedhaton : Tempat tinggal sultan. Area keputren untuk tempat tinggal para istri dan selir raja. Area kesatrian khusus tempat tinggal putra raja. Area paling private dan hanya bisa dimasuki keluarga kerajaan dan abdi dalem terpilih saja.
  • Kemagangan : Tempat tinggal para abdi dalem. Tempat pelatihan, ujian, tempat tinggal dan ujian untuk abdi dalem yang masih magang.

  1. Bagian Belakang Bangsal Kencono

Hampir serupa dengan bagian depan, dimana area belakang juga banyak digunakan untuk fasilitas public. Berikut pembagian tempatnya.

  • Alun-Alun Kidul : Alun Alun Yogyakarta yang berada di bagian selatan Keraton, awalnya dikenal sebagai pengkeran namun kini lebih populer disebut alun alun kidul. Boleh digunakan untuk aktivitas public dan ramai di malam hari.
  • Plengkung Nirbaya : Gerbang menuju pemakaman di Imogiri. Banyak juga disebut sebagai poros utama yang mengarah langsung pada gerbang utama keraton.

Cukup unik bukan rumah adat Yogyakarta, Anda bahkan bisa datang dan masuk ke area keraton. Meskipun terbatas pada beberapa bagian saja, tapi masih bisa masuk ke area penyimpanan benda pusaka hingga kereta kencana. Bisa juga bertemu raja saat sedang beraktivitas di sekitaran Keraton.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here