Rumah Adat Aceh
Rumah Adat Aceh

Rumah Adat Aceh merupakan karya seni tinggi yang bisa bertahan 200 tahun yang memiliki ornamen indah yang layak untuk dilestarikan

Negeri kita Indonesia memang kaya akan suku, bahasa dan budaya yang beragam yang tersebar di seluruh wilayah nusantara. Dari Sabang sampai Merauke kita dapat menjumpai pakaian, kesenian daerah, kuliner khas daerah, senjata tradisional, upacara tradisional hingga rumah adat yang berbeda-beda. Rumah adat Aceh adalah salah satu dari ragam budaya bangsa yang akan kita bahas lebih lanjut di artikel ini.

Bagi Anda yang belum pernah menginjakkan kaki ke negeri Serambi Mekkah ini, kita dapat belajar mengenai rumah adat mereka di artikel ini. Nama rumah adat Aceh yang akan kita ulas yaitu Krong Bade atau yang juga dikenal dengan sebutan Rumoh Aceh. Mari kita simak lebih lanjut mengenai seluk beluk rumah adat yang istimewa ini.

Mengulik Krong Bade, Rumah Adat Aceh nan Megah dan Indah Rumah adat yang satu ini berupa rumah panggung dengan bangunan berbentuk persegi panjang yang membujur dari arah timur ke barat. Ditengarai hal ini agar memudahkan penghuninya dalam menemukan kiblat ketika akan melakukan ibadah 5 waktu mereka.

Arsitektur bangunan ini sangat mempesona dan menakjubkan. Masing-masing ukiran dan detail bangunan mengandung pesan dan makna tersendiri. Budaya Islam berpengaruh besar terhadap setiap nadi kehidupan masyarakat Aceh, termasuk dalam membangun dan menghias rumah adat mereka.

Desain dan Bangunan Rumah Krong Bade

Tinggi tiang dari Rumoh Aceh umumnya berkisar antara 2,5 hingga 3 meter. Bahan baku utama untuk pembuatan rumah adat ini berasal dari alam yaitu kayu untuk rangkanya dan daun rumbia untuk atap. Diperkirakan rumah ini bisa bertahan hingga 200 tahun.Krong Bade umumnya memiliki 3 atau 5 ruangan dengan rambat sebagai ruang utama dari bangunan ini. Untuk rumah dengan 3 ruangan biasanya didirikan di atas tiang sebanyak 16 buah. Sedangkan rumah dengan 5 ruang memiliki tiang berjumlah 24 buah. Rumah ini dibangun dengan tidak menggunakan paku, namun menggunakan teknik sambungan dan pengikat yang kuat dan fleksibel. Inilah salah satu alasan mengapa rumah adat ini tahan gempa.

Baca Juga : Mari Mengenal 6 Jenis Rumah Adat Papua yang Unik

Rumah Adat Aceh

Hal yang unik dari rumah adat suku Aceh ini adalah tinggi pintu yang tidak lebih dari 1,5 meter sehingga setiap orang yang akan masuk ke dalam rumah harus membungkuk.  Tujuan dari pintu yang rendah ini adalah agar setiap tamu memberikan saleum horeumat pada ahli bait (salam hormat kepada si empunya rumah).

Ruangan depan biasanya luas dengan hanya beralaskan tikar, tanpa perabotan apapun. Status sosial masyarakat dapat terlihat dari ornamen berupa lukisan yang ada di dinding Krong Bade. Semakin banyak dan indah ornamen yang ada di rumah tersebut menandakan bahwa di pemilik rumah adalah orang berada. Jumlah anak tangga yang ada di rumah Krong Bade selalu ganjil. Hal ini dikarenakan filosofi dari masyarakat Aceh yang religious.

Bagian-Bagian dari Rumah Adat Aceh

Rumah adat aceh
Sumber : wikipedia

Tata ruang Rumoh Aceh dibagi menjadi 4 bagian yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri, yaitu:

  1. Seuramoe Keue (Ruang Depan)

Ruang depan ini memiliki fungsi untuk menerima tamu, tempat untuk bersantai bersama keluarga maupun tempat untuk beristirahat. Ruangan ini biasanya tidak memiliki perabotan dan hanya beralas tikar atau karpet.

  1. Seuramoe Teungoh (Ruang Tengah)

Ruang tengah merupakan ruang utama bagi masyarakat Aceh yang biasa disebut sebagai rumah inong atau ruang induk. Posisi ruang ini lebih tinggi daripada ruang depan dan memiliki kamar-kamar berukuran di samping kanan dan kirinya.

Umumnya ruangan ini lebih tertutup dan hanya penghuni saja yang boleh masuk ke dalamnya. Fungsi ruang ini adalah sebagai kamar tidur penghuni rumah. Ruang ini juga digunakan sebagai kamar pengantin dan sebagai tempat untuk memandikan jenazah keluarga meninggal.

  1. Seuramoe Likot (Ruang Belakang)

Merupakan ruang yang berfungsi sebagai dapur dan ruang makan serta untuk menerima tamu perempuan. Di sini keluarga biasa memasak, makan bersama, mengobrol dan bersenda gurau.

  1. Kroong Padee (Lumbung Padi) di Ruang Bawah

Ruang bawah ini biasa digunakan untuk menyimpan hasil panen, menyimpan alat penumbuk padi. Posisinya bisa berada di depan rumah, di belakang atau di tengah. Ruang bawah juga biasa digunakan oleh kaum perempuan suku Aceh melakukan kegiatannya kain khas Aceh.

Selain 4 ruang di atas ada 2 bagian penting lain dari Krong Bade yatu:

  • Seulasa (Teras)

Terletak di depan rumah dan menempel dengan ruang depan dari Krong Bade.

  • Keupaleh (Gerbang)

Tidak semua masyarakat Aceh memiliki gerbang di depan rumah adat mereka. Hanya orang-orang dengan kondisi ekonomi yang baik dan tokoh masyarakat yang memiliki gerbang ini. Bagian rumah ini terbuat dari kayu dengan hiasan bilik di atasnya.

Ada 2 jenis rumah adat Aceh yang lain selain Krong Bade atau Rumoh Aceh yaitu:

  1. Rumah Santeut

Rumoh Santeut atau rumah datar juga dikenal sebagai Tampong Limpong yang merupakan rumah tinggal bagi masyarakat Aceh dengan penghasilan rendah.

  1. Rumah Rangkang

Lebih berupa sebuah gubuk yang hanya memiliki satu ruangan untuk tempat istirahat petani. Semoga informasi mengenai rumah adat Aceh di atas dapat menambah wawasan Anda untuk ikut serta dalam melestarikan budaya bangsa kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here