rumah adat jambi
rumah adat jambi

Rumah Kajang Lengko menjadi rumah adat Jambi paling terkenal dan banyak digunakan. Rumah ini memiliki ciri khas unik yang menjadi identitas masyarakat Jambi.

Indonesia merupakan negara dengan kondisi geografis yang berbeda-beda. Antara pulau satu dengan pulau lainnya juga memiliki kondisi yang berbeda, baik dari segi sosial maupun budayanya. Hal inilah yang membuat melimpahnya keanekaragaman budaya, begitu pun dengan bangunan rumah adatnya, tak terkecuali rumah adat Jambi.

Di Jambi sendiri, suku aslinya adalah suku Batin. Sampai sekarang, suku yang mendiami provinsi ini masih mempertahankan budaya nenek moyangnya termasuk rumah adat yang unik. Rumah yang terdiri dari delapan ruangan dengan fungsi dan tujuannya masing-masing.

Bentuk dan Ciri Khas Rumah Adat Jambi

Jambi memang dikenal memiliki kebudayaan yang unik. Tak hanya pakaian adatnya, ketiga jenis rumah adat yang ada sampai sekarang pun masih dipertahankan dengan baik keberadaannya. Macam macam rumah adat Jambi tersebut ialah Serta Merangin, Batu Pangeran Wirokusumo, dan Kajang leko.

Ketiga bangunan yang menjadi rumah adat di Jambi ini memiliki ciri khasnya masing-masing. Namun, salah satu dari ketiga bangunan itu, yaitu Rumah Kajang Leko seolah telah melekat sebagai ikon dari Jambi. Ini juga merupakan rumah adat yang paling sering digunakan oleh sebagian besar masyarakat Jambi.

Baca Juga : Memahami Keunikan dan Makna Rumah Adat Joglo Jawa Tengah

Rumah Kajang Lengko ini berbentuk panggung yang dilengkapi dua buah tangga pada bagian kanan dan kiri bangunan. Sebagainya penyangganya, ada 30 tiang yang berukuran besar di mana 24 tiang menjadi tiang utama dan 6 tiang lainnya menjadi tiang pelamban. Bentuk atapnya sendiri seperti perahu yang melengkung ke atas.

Rumah adat Kajang Leko juga memiliki beberapa ruangan yang tertata apik sedemikian rupa. Penataan ruang tersebut didasarkan pada fungsinya yang menjunjung tinggi kebudayaan Jambi. Seperti apa? Simak penjelasan mengenai tata ruang di bawah ini.

Ruangan pada Rumah Adat Jambi

Secara umum, bangunan adat Jambi yang berarsitektur unik ini memiliki delapan buah ruangan. Masing-masing ruangan ini memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Pelamban

Ruang pertama pada rumah adat Kajang Leko adalah ruang Pelamban. Lokasinya terletak di sebelah kiri dari bangunan induk. Ruangan ini berfungsi untuk menerima tamu yang belum diizinkan masuk ke ruangan lebih dalam.

Masinding

Masinding berfungsi untuk menerima tamu, mengadakan musyawarah bersama, hingga menggelar acara ritual adat kenduri. Ruang ini biasa disebut dengan serambi depan karena terletak di depan rumah. Umumnya, ruangan ini cukup luas agar dapat menerima tamu.

Gaho

Ruangan ini terletak di sebelah kiri bangunan dengan bentuk memanjang. Gaho menjadi sketsa rumah adat Jambi yang berfungsi sebagai ruang penyimpanan barang atau bahan makanan. Ruang ketiga dari rumah adat ini memiliki ukiran dinding yang bermotif gambar ikan.

Ruang tengah

Ruang tengah terletak di tengah bangunan yang berdampingan tanpa sekat dengan ruang masinding. Yang membatasi ruang tengah dan masinding biasanya hanyalah sebuah kain. Pada saat pelaksanaan upacara adat, ruangan ini akan ditempati oleh kaum perempuan.

Baca : Mengenal 4 Rumah Adat Kalimantan Barat yang Unik

Menalam

Ruangan ini dianggap cukup privat bagi masyarakat Jambi. Bisa dikatakan, menalam merupakan salah satu tempat terpenting dari rumah adat Jambi tersebut. Di dalamnya, terdapat kamar tidur anak perempuan, kamar tidur orang tua, dan ruang makan.

Penteh (Atas)

Penteh atau loteng merupakan ruangan yang terletak di bagian atas bangunan rumah. Fungsi dari ruangan ini yaitu untuk menyimpan barang yang tidak terlalu sering digunakan.

Bauman (Bawah)

Sesuai namanya, ruang bauman terletak di bawah rumah yang biasanya tak memiliki lantai dan dinding. Ruangan ini berfungsi untuk menyimpan barang yang digunakan sehari-hari dan juga digunakan sebagai tempat memasak.

Balik melintang

Terakhir, ada balik malintang yang dibangun lebih tinggi dibanding ruang-ruang lainnya. Tak sembarangan tamu dapat memasuki ruangan yang letaknya berada di ujung kanan bangunan ini. Sebab, balik malintang merupakan ruang paling penting dan juga privat.

Susunan Antar Rumah Adat di Jambi

Keunikan rumah adat Jambi juga terletak pada cara membangunnya. Masyarakat Jambi yang terkenal menjunjung tinggi kerapihan, membuat susunan antara satu rumah dengan rumah lainnya begitu rapi. Bahkan, Kajang Leko yang dijadikan sebagai simbol dari Jambi ini dibangun dalam satu kompleks secara berderet.

Selain berderet, jarak antara satu rumah dengan rumah lainnya juga diseragamkan, yakni dua meter dengan posisi rumah yang berhadapan. Pada bagian belakang masing-masing ini juga dilengkapi dengan sebuah bangunan yang dimanfaatkan untuk lumbung padi.

Pada dasarnya, setiap rumah adat yang dimiliki oleh suatu suku memang memiliki filosofi dan kegunaan yang berbeda-beda. Termasuk rumah adat yang terdapat di Provinsi Jambi. Di sini, terdapat delapan ruang yang memiliki fungsinya masing-masing dan dapat mengajarkan pentingnya etika dan sopan santun. Sampai di sini pembahasan mengenai bagian-bagian yang terdapat pada rumah adat Jambi. Apakah Anda belajar hal baru hari ini?  jika iya, jangan lupa untuk membagikan ilmu Anda kepada orang-orang di sekitar Anda. Jadilah pribadi yang mengenal budaya bangsanya dan selalu lestarikan budaya Indonesia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here