Rumah Adat Joglo
Rumah Adat Joglo

6 Rumah Adat yang Ada di Pulau Jawa

Indonesia memiliki aneka ragam rumah adat yang tersebar ke seluruh pulau. Hal ini menandakan bahwa Indonesia memiliki nilai budaya yang sangat kaya. Namun di antara beberapa rumah adat di Indonesia ada yang cukup terkenal yaitu berada di pulau Jawa.

Di Pulau Jawa ada 6 Provinsi yang memiliki wilayah cukup luas. Beberapa diantara provinsi tersebut ada Provinsi Jawa Timur, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Banten, Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dimana semua provinsi tersebut memiliki rumah adatnya masing-masing.

Seperti apa dan bagaimana wujud dari rumah keenam provinsi di pulau Jawa tersebut? Mari simak ulasan berikut ini:

Rumah Tanean Lanjhang (Provinsi Jawa Timur)

Tanean Lanjhang merupakan rumah adat yang dimiliki oleh suku Madura. Nama dari Tanean Lanjhang sendiri memiliki makna Halaman Panjang. Fungsi dari rumah adat provinsi Jawa Timur ini adalah untuk tempat tinggal. Namun ada sebagian orang yang menganggap sebagai gambaran kehidupan sosial orang Madura.

Di mana masyarakat Madura sendiri sangat dikenal dengan hubungan erat yang antar kekeluargaan. Hal bisa dilihat bahwa sesama orang Madura terlihat saling bantu, berempati dan saling bahu membahu ketika ditemui baik di daerah tempat tinggalnya maupun mereka yang sedang ada di perantauan.

Rumah Adat Kasepuhan (Provinsi Jawa Barat)

Untuk rumah adat selanjutnya ada rumah Kasepuhan. Rumah ini berada di provinsi Jawa Barat yang juga sering dikenal dengan sebutan Keraton Kasepuhan Cirebon.

Rumah adat ini berdiri sejak tahun 1529 oleh Cakrabuana. Pada masa dahulu Cakrabuana merupakan Putra dari Prabu Siliwangi yang memiliki kerajaan Pajajaran.

Rumah Kasepuhan Cirebon ini memiliki beberapa bagian penting seperti:

  • Pintu Gerbang Utama Keraton. Ada dua pintu gerbang yang mesti dilewati. Pertama, pintu gerbang ini posisinya berada di sebelah utara. Kedua posisinya ada di selatan kompleks.
  • Bangunan Pancaratna. Letaknya ada di bagian kiri tepatnya di depan kompleks. Fungsi dari bangunan ini untuk tempat Seba. Artinya tempat yang digunakan untuk menghadap pembesar kampung atau desa.
  • Bangunan Pangrawit. Letaknya sama di bagian kiri didepan kompleks tapi yang menghadap ke utara. Bangunan ini memiliki fungsi tempat peristirahatan, tempat perwira melatih prajurit dan untuk tempat pengadilan.
  • Halaman Pertama. Di halaman pertama ini ada gapura yang menjulang tinggi yaitu Gapura Banteng atau Gapura Adi.
  • Halaman Kedua. Ada tembok bata sebagai pembatas pada halaman kedua ini. Di bagian pagar terdapat dua gerbang yaitu gebang gapura lonceng dan gerbang pengada.

Rumah Kebaya (Provinsi DKI Jakarta)

Bagi yang belum tahu apa itu rumah adat kebaya. Rumah kebaya merupakan rumah adat yang dimiliki oleh suku Betawi. Ada alasan tersendiri kenapa rumah ini dinamakan dengan rumah kebaya.

Jika dilihat dari bentuk pada bagian atap hampir mirip seperti pelana yang dilipat. Bagi yang melihatnya dari samping lipatan tersebut terlihat sangat jelas hampir menyerupai seperti lipatan kebaya. Maka dari itu rumah adat ini dinamakan dengan rumah kebaya.

Ciri khas dari rumah kebaya adalah terletak pada terasnya yang memiliki ukuran sangat luas. Ternyata teras tersebut memiliki fungsi untuk menjamu tamu dan biasa dibuat istirahat keluarga juga sebagai sarana bersantai.

Rumah Adat Baduy (Provinsi Banten)

Provinsi Banten memiliki rumah ada Baduy. Ciri khas dari rumah ini adalah bahan bangunannya yang hampir secara keseluruhan terbuat dari bamboo. Konsep yang diusung dari rumah suku Baduy ini memang sangat sederhana sekali. Hal yang terpenting adalah nyaman dan aman ketika ditempati.

Dalam pembangunannya rumah ada baduy dilakukan secara gotong royong. Ini menandakan tali kekeluargaan, hubungan sosial kemasyarakatan masih sangat erat sekali. Hal ini juga dapat dibuktikan dengan kentalnya budaya yang dimiliki oleh masyarakat Baduy.

Suku Baduy sendiri tinggalnya sangat jauh dari kota. Anda bisa menemukan mereka di bawah lereng gunung. Jadi rumah baduy sengaja dalam pembangunannya dibuat tinggi.

Rumah Joglo (Provinsi Jawa Tengah)

Kali beralih ke Provinsi Jawa Tengah. Di provinsi ini memiliki rumah Joglo yang sering kali diidentitaskan sebagai rumah adatnya Jawa Tengah. Sebenarnya rumah Joglo tidak hanya ada di Jawa Tengah. Di Provinsi Jawa Timur dan Yogyakarta juga ada rumah Joglo.

Struktur yang dimiliki rumah Joglo adalah pada bagian atap dipasang genting dengan bahan dasarnya adalah tanah. Dahulu kala sebelum adanya tanah liat ini sebagai bahan utama genting untuk bagian atapnya menggunakan alang-alang yang dianyam.

Rumah Joglo memiliki nuansa yang sejuk dan dingin. Hal ini dikarenakan desain dari rumah ini memakai rangka atap yang dikonsepkan dengan bubungan tinggi. Selain itu bahan materialnya semua dari alam seperti kayu dan bambu.

Rumah Bangsal Kencono (Provinsi DIY)

Terakhir ada rumah bangsal yang ada di provinsi DIY. Pendiri rumah ada ini adalah Sultan Hamengkubuwono 1. Dulu digunakan sebagai rumah kediaman dan istana raja bahkan hal ini masih berlaku sampai saat ini. Ada 3 pembagian rumah adat ini yaitu:

  • Bagian depan : Alun-alun Lor, Gladhag Pangarukan, dan Kompleks Masjid Gedhe Kasultanan.
  • Bagian Inti : Siti Hinggil Ler, Bangsal Pagelaran, Sri Manganti Kamandhungan Ler, , Kedhaton, Siti Hinggil Kidul  dan Kemagangan,.
  • Bagian Belakang : Plengkung  dan Alun-alun Kidul.

Itulah Rumah adat Jawa yang wajib Anda diketahui. Rumah merupakan peninggalan budaya yang patut dijaga. Sebagai warga negara Indonesia wajib bangga dengan keragaman budaya dan rumah yang dimilikinya dan sebaiknya terus dilestarikan sampai akhir zaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here